Jum’at,
20 Maret 2015
Aku
tak pantas untuk kamu cintai
Di
hari ini nggak ada kata- kata indah yang bisa ku rangkai. Mungkin ini salah ku,
karna tidak pernah mendengarkan apa kata hati kecil ini. Kini aku benar- benar
dilemma dengan perasaan yang tak pernah dan tak kan pernah terbalaskan. Aku
sadar aku bukan seseorang yang berarti bagi mu. Tapi ntah mengapa aku pun tak
sanggup jika harus melewati semua ini. Andai dari awal aku mendengarkan kata-
kata mu untuk tidak berharap lebih, mungkin aku tak kan sesakit ini.
Namun
apalah daya semua sudah terjadi, dan hati ini pun serasa terbakar bara cemburu
meski itu tak layak. Andai waktu bisa berbalik, maka aku lebih memilih untuk
tidak keluar dan melihat semua itu. Tapi mungkin ini juga merupakan sebuah
petunjuk agar aku sadar bahwa ini adalah sebuah kenyataan. Untuk melihat
sebelum jauh rasa itu, maka lebih baik sakit saat ini dari pada nantinya lebih
parah dari ini.
Mungkin
ibarat langit dan bumi jika aku masih memaksakan perasaan ini. Karena
sesungguhnya aku tak panas baginya. Aku ibarat pungguk yang merindukan bulan.
Sudah jelas dari awal bahwa dia tak merespon, tapi mengapa aku masih tetap berdiri
tegar. Seolah- olah mampu tuk melewati semua itu, dan kini semua itu
terjawabkan. Kini aku pun merasakan sakit yang sudah aku duga dari awal bahwa
akhirnya akan seperti ini jika aku terus melangkah.
Aku
tak menyalahkan perasaan ini, hanya saja mulai saat ini aku harus lebih banyak
bercermin untuk intropeksi siapa sebenarnya aku baginya. Mungkin hanya keadaan
saja yang salah dan waktu belum tepat untuk hal- hal seperti ini. Jika memang
dia untuk ku, semoga perjalan ini di permudah, namun jika tidak, mungkin aku
akan mendapat petunjuk yang lebih sakit lagi dari ini jika aku terus melangkah.
Aku
sebenarnya hanya pura- pura kuat dalam situasi ini, karna memang pada dasarnya
aku memang bukan siapa- dan tak akan pernah menjadi siapa- siapa. Semoga atas
kejadian ini, aku lebih bersabar dan mencoba tuk melupakan semua yang telah
terjadi. Aku akan berusaha ikhlas jika memang ini yang terbaik. Semoga jikalau
dia mendapatkan yang terbaik aku pun seperti itu. Aku tak akan berlebihan dalam
masalah ini, dan aku akan menetralisir rasa ini meski sulit. Namun ntah lah aku
pun tak tau mengapa semua serasa berat tuk aku lupakan. Namun, seberat dan
sesusah apa pun itu, akau akan mencoba dan terus mencoba agar aku lebih kuat
kedepannya.
Good
by my prince semoga setelah ini aku tak merasa kecewa lagi dengan apa yang
telah terjadi dan apa yang akan terjadi.
Dan
akhirnya kini aku kecewa lagi mengulang kisah 3 tahun yang lalu. Aku yang salah
karna membiarkan rasa ini tumbuh. Mengaharapkan yang lebih dari sebuah
persahabatan ini. Dan aku telah mengingkari hati ku sendiri untuk tidak
mengganggapnya lebih dari seorang sahabat. Semoga ada hikmah dan aku bisa move
on.
Belajar
ikhlas memang tak mudah, tapi demi kenyamanan hati ini dan kebahagiaan mu, akan
ku coba. Semoga kamu tak merasa terganggu dengan tingkah dan sikap alay ku
selama ini. Aku akan mencoba menetralisir demi kebaikan bersama. Semoga kita
sama- sama mendapat yang terbaik dunia akhirat nantinya. By by,,,,,,,,,,,,
AKU
YANG SALAH KARNA MEMPUNYAI RASA KEPADA SESEORANG YANG BELUM HALAL UNTUK
HIDUPKU.
Yang tak teranggap
(princess)